Terlebih
dahulu saya mau menyampaikan salam saya ke blog ini, yang sudah lama tidak saya
jamahi karena kesibukan saya yang masih berstatus mahasiswa tingkat akhir. Sedikit
cerita tentang 2M + 1G, apasih 2M + 1G itu ? itu merupakan singkatan dari
pendakian Gunung Merbabu, Perjalanan di Malioboro dan Pantai daerah Gunung
Kidul Yogyakarta.
Pertama saya
ingin menceritakan pengalaman mendaki gunung Merbabu. Secara administratif
gunung Merbabu ini berada di wilayah Kabupaten Magelang di lereng sebelah barat dan Kabupaten Boyolali di lereng sebelah timur dan
selatan, Kota Salatiga dan Kabupaten Semarang di lereng sebelah utara,
Provinsi Jawa Tengah.
Sejujurnya pendakian ini merupakan yang pertama kali saya lakukan. Itupun sebenarnya
karena menggantikan tiket kakak tingkat saya dikampus yang seharusnya ikut,
tapi dengan beberapa alasan beliau jadi tidak ikut. Awalnya saya ragu ikut atau
tidak, tapi setelah mendengar cerita kakak tingkat saya tentang serunya mendaki
gunung yang memang dia sudah mendaki beberapa gunung di Pulau Jawa, akhirnya
saya membulatkan tekad untuk ikut perjalanan tersebut. Menyinggung sedikit
tentang kakak tingkat saya, saya sering memanggilnya dengan panggilan “Teh Ana”.
Perjalanan
menuju Merbabu diawali dengan naik kereta jurusan Kiaracondong-Solojebres pukul
20.30 WIB, dengan lama perjalanan ± 10 jam. Memang terdengar membosankan
didalam kereta selama 10 jam dengan kondisi banyak orang yang padahal satu tim
pendakian tapi saya sama sekali tidak mengenalnya kecuali Teh Ana. Tapi pikiran
itu jauh dari perkiraan saya, karena setelah berkenalan dengan beberapa teman
Teh Ana, ternyata mereka termasuk orang-orang yang welcome. Didalam kereta kita habiskan dengan beberapa obrolan
hingga akhirnya kita tertidur sekitar jam 01.00 pagi.
Sampai di
stasiun Solojebres, kami langsung mencari makanan untuk sarapan. Believe me or not, harga makanan di Kota
Solo sangatlah murah, hanya dengan merogoh kocek kurang dari Rp. 10.000,- kita
sudah bisa sarapan dengan nasi soto serta minum es teh manis. Sudah selesai
kami menyantap sarapan, kami pun melanjutkan perjalanan dengan mencari bis yang
bisa mengantarkan kami ke Selo. Singkat cerita dengan menggunakan pick up kurang lebih pukul 12.00 siang kami sudah
sampai di Basecamp Pendakian Merbabu via Selo. Mulai dari shalat, buang air,
makan, dan Repacking kami lakukan
hingga pukul 14.30 WIB. Setelah semua selesai, kami bersiap untuk pendakian. Oh
ya, sebelum pendakian kami mendengarkan arahan dari 3 orang yang bernama Mas
Sofyan, Kang Ugun, dan Mas Bison (Agus Wibisono) mengenai jalur yang akan dilalui juga pembagian tim yang dibagi menjadi
2 (dua) yaitu tim pendahulu dan tim pemula. Pendakian dimulai sekitar jam 3 sore. Saya, awalnya ada di tim pendahulu,
tapi memang dasar saya yang “so soan”
ada di tim pendahulu. Alhasil setelah berjalan kurang lebih 2 jam saya jadi ada di tim pemula.
Para personil
tim pemula adalah: Mas Raka, Saya, Teh Ica, Teh Restu, Mas Agita, Mas Bison. Padahal
5 personil lain selain saya sering mendaki gunung, hanya saya yang merupakan
personil yang jalannya paliiing lama karena banyak istirahat untuk sekedar
minum dan memakan beberapa cemilan, menghela nafas, meluruskan kaki dan masih banyak keluhan lain. Kram
betis --> berhenti,
pilek --> berhenti,
kedinginan --> berhenti,
sampai-sampai Teh Ica dan Mas Bison meminjamkan sarung tangan mereka (walaupun
sebenarnya saya bawa sarung tangan, tapi ditaro didalam carier), pusing karena
carier yang berat -->
berhenti, dan lagi-lagi Mas Bison menolong saya dengan membawakan carier saya
(sebenarnya tidak tega tapi setelah pusing saya hilang, saya kembali membawa
carier saya) dan masih banyak lagi yang saya alami. Tapi perjalanan itu tetap
saya nikmati karena kerjasama tim yang saya bilang sangatlah TOP, salah satu
personil berhenti semua berhenti. Eits, ada yang terlewat, ketika sedang istirahat sambil memakan beberapa cemilan yang dibawa, Mas Bison menawarkan cemilan yang dia bawa, namanya Ampyang. Makanan ini terbuat dari gula jawa dan kacang yang dipastikan menambah energi untuk yang mendaki (terbukti oleh saya yang sudah memakannya).
Malam semakin
dingin, saya pun tidak menghitung sudah seberapa lama dan seberapa jauh kami
berjalan. Pos I dan Pos II pun terlewati dengan kondisi jalur yang menanjak terus. Dan membuat saya harus didorong Mas Bison, juga ditarik Mas Raka ketika menemui jalur sempit juga mirip anak tangga. Yang terpikir dalam otak saya hanya ingin secepatnya sampai di tempat
kami semua berkemah yang disebut Sabana 1. Setelah lama berjalan, dari atas
saya melihat ada seseorang yang memberi sinyal lewat senter, saya pikir itu
adalah tempat kami semua berkemah. Ternyata setelah kami semua sampai mereka
sudah tidak adaaa. Harkos saya bilang. Tempat itu menjadi tempat istirahat kami
yang kesekian banyaknya. Istirahat selesai, minum beberapa teguk air pun sudah,
kami melanjutkan perjalanan. Berjalan, berjalan dan hanya berjalan dengan sinar
head lamp yang kami bawa masing-masing.
Track yang kami lewati semakin
menanjak curam, kami sempat bimbang dan bertanya kepada Mas Bison (orang yang
tau jalur) apakah ini benar jalur yang harus dilewati ? akhirnya Mas Bison pun
berjalan ke atas untuk memastikan jalur tersebut benar. Kami berlima menunggu
kepastian dibawah, dan akhirnya memang benar jalur itu adalah jalur yang harus
dilewati untuk menuju Sabana 1. Semakin curam saja jalur yang harus dilewati
dengan kemiringan sekitar 50-65 derajat, curam bukan ? memang, dan membuat saya
yang pemula ini harus merangkak. Setelah sekitar 1 jam merangkak, dan menempuh perjalanan kurang lebih 8,5 jam akhirnyaaaa kami sampai di Sabana 1 tempat
kami berkemah tepat pukul 23.12 WIB. Yang saya tuju adalah tenda yang sudah didirikan para personil tim pendahulu (maaf ga ngebantu krn jalan saya teramat lelet) untuk meluruskan badan dan melepaskan carier yang saya gendong. Sambil menikmati sekoteng hangat ala Mas Bison yang merupakan perpaduan STMJ dan Ampyang, kelelahan dan capek yang dirasa selama perjalanan pun hilang seketika.
 |
| Gerbang Menuju Basecamp Merbabu, yang ternyata masih jauh tempatnya dari sini |
 |
| Jalan yang dilewati untuk menuju Basecamp, foto diambil saat menunggu pick up yang akan menuju Basecamp |
 |
| Ceritanya selfie sambil nunggu jemputan (1) (kiri ke kanan: Mas raka kepotong, Saya, Teh Tyas, Mas Agita, Teh Ana) |
 |
| Selfie sambil nunggu jemputan (2) (Kiri ke kanan: Teh Restu, Teh Ica, Saya, Mas Raka, Teh Tyas, Mas Agita, Teh Ana) |
|
 |
| Pemandangan disekitar tempat menunggu jemputan pick up |
 |
| Gerbang jalur pendakian selo |
 |
| Foto beberapa personil rombongan di Gerbang Pendakian Selo (kiri ke kanan: Mas Patriot, Teh Ana, Saya, Mas Dikun) |
 |
| Saya bersama partner |
 |
| Foto beberapa personil di Gerbang Jalur Pendakian (kiri ke kanan : Mas Patriot, Teh Ana, Kang Ugun, Saya) | | | | |
|
 |
| Waktu saat saya dan tim tiba di Sabana 1 |
 |
| Suasana malam di Sabana 1 (kiri ke kanan: Mas Bison, Mas Dikun, Mas Sofyan) |
|
 |
| Ini lah yang namanya Ampyang |
sumber: foto di facebook teh ana dan teh restu